Unknown


C I N T A
Assalamu’alaikum wr wb..

Ini bukan sajak – sajak tentang cinta seperti yang biasa ditulis Kahlil gibran, Sapardi Djoko  Damono atau siapapun yang sudah pasti lebih pandai menguraikan arti cinta. Ya! Ini hanya curahan hati saya yang tidak mengerti apapun soal cinta.

Ada bunga yang tumbuh di pekarangan hati tanpa kita tahu siapa yang menanam . Ia tumbuh seraya menyelaraskan irama-iramanya. Ia tumbuh mengisi pekarangan kita yang kosong, ia tumbuh mengisi jelata-jelata jiwa muda kita. Namun kadang ia juga memetamorfosiskan rasanya pada kehampaan jiwa. Ya! Setiap insan pasti punya rasa cinta.. cinta terhadap apapun, karena itu adalah fitrah nya..  Cinta adalah kekuatan. Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya seakan logika berhenti bekerja. Cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan.

Siapa yang tidak mengenal cinta? Bahkan tidak ada.. semua makhluk mengenal nya, hanya saja mereka menafsirkannya dengan definisi mereka sendiri, dan setiap orang punya cara yang berbeda memaknainya. Dari mulai yang hanya mencintai dalam diam sampai mencintai dengan terang – terangan bahkan tidak malu untuk mengumbarnya sampai nafsu yang mengendalikannya. Naudzubillah..
Kekuatan cinta itu mahadahsyat bagi mereka yang sedang jatuh cinta, atau cinta kemudian jatuh (?) mereka yang sedang dibutakan dengan cinta akan menghalalkan segala cara untuk mencapai cintanya. Seringkali cinta kepada makhluk-Nya justru melebihi cinta kepada sang penciptanya. Cinta itu suci, bagi mereka yang mau menghalalkannya.

Apakah engkau pernah merasakan cinta?
Hhmm.. Saya rasa semua orang pasti mengiyakannya. Ia hanya kata penuh makna, bukan benda yang kasat mata namun kehadirannya bisa dirasakan hampir oleh semua yang berjiwa. Setiap orang mempunyai cintanya, cinta orangtua pada anaknya, cinta anak pada orangtuanya, cinta seseorang pada lawan jenisnya, cinta seseorang pada tuhannya, Cinta pada apapun..
Ah cinta..cinta..cinta.. bahkan saya yang tidak tau apa – apa saja begitu berani menafsirkan cinta? Saya hanya manusia biasa yang kadang ingin merasakan indahnya cinta seperti remaja lainnya, mencintai dan dicintai. Indah, ceria kadang merana..
Tetapi apalah artinya itu semua, jika hanya dosa, dosa dan dosa yang saya dapat karna telah merusak cinta yang tulus dengan membubuhkan nafsu dengan cara yang tidak diridhoi oleh-Nya.

Saya pernah mencintai seseorang bahkan ia juga mencintai saya, bertahun – tahun saya menyimpannya dengan rapi dalam hati saya. Dia yang telah tega membiarkan hatinya tertinggal dalam hati saya, dia yang telah membuat harapan tapi juga menghancurkan, dia yang pernah mencintai kemudian melupakan. Ya! Dia adalah cinta pertama saya juga cinta monyet saya, teman kecil sekaligus sahabat saya. “Sahabat jadi cinta” begitu orang biasa menyebutnya. Sampai saya berani mendikte takdir agar dia dijodohkan dengan saya, saya berpikir dia adalah cinta sejati saya, tidak ada yang lain.. hanya dia!! Bahkan jika dia ditakdirkan berjodoh dengan orang lain, saya harap orang itu adalah saya. Licik!! Ah lucu memang jika terus mengingatnya yang selalu saya sebut sebagai “Cinta dalam diam” itu. Oh bukan! Lebih tepatnya hanya kami dan tuhan yang tau.. atau hanya kami,tuhan dan orang – orang yang menjadi saksi masa kecil kami yang tau.
Teman – teman saya bahkan tidak tau siapa yang pernah ada dan singgah di hati saya, biarlah.. semuanya sudah tidak lagi penting, semuanya sudah menjadi masa lalu dan pelajaran untuk saya. Mempunyai barisan para mantan mungkin suatu kebanggaan bagi mereka – mereka, tapi tidak dengan saya... Ya saya mah apa atuh. Ini adalah pilihan! Saat ini sendiri lebih baik untuk saya. Oh tidak! Saya tidak sendiri, saya mempunyai dia yang Maha mencintai yang tiada pernah terbalas cintanya. Yang selalu ada saat saya membutuhkan. Bagi saya Menjadi perempuan itu cuma ada 2 pilihan, menjadi sebaik – baik perhiasan atau menjadi sebesar – besar fitnah.
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik – baik perhiasan adalah wanita sholehah” - (HR.Muslim)
Saya hanya ingin menjadi diri saya, tanpa menjadi dia ataupun mereka.. Saya hanya ingin cinta yang halal yang dengannya saya bisa meraih ridha dan surga-Nya. Saya tidak tau apakah saya mampu menjaga hati saya dan tidak membukanya bagi yang belum halal, entahlah.. Saya hanya takut menjadi wanita munafik ketika suatu saat akan ada orang yang berhasil merobohkan prinsip dan janji saya pada sang empunya cinta. Astaghfirullah..
Untukmu seseorang yang mencoba mengetuk pintu terkunci, bukan aku tidak mengizinkan mu masuk.. hanya saja aku tidak ingin membuat mu menunggu. Karena aku tidak tau kapan pintu ini akan ku buka..
Doa saya saat ini hanya minta dikokohkan iman dan diistiqomahkan dalam perjalanan saya menanti “dia” yang namanya sudah tercatat dalam Lauh Mahfuzh.

Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai harapan, namun...
“PANTASKAH AKU?”
Saat aku menginginkan lelaki pengasih.
Yang sangat menyayangi ibunya dengan tulus tanpa pamrih.
Yang hatinya selalu terpaut pada masjid.
Yang setiap waktunya Al-Qur’an tlah menjadi teman pembuatnya tenang hati. 
Yang sunnah Rasulullah begitu ia cintai tanpa ragu dalam hati.

Pantaskah aku?
Saat aku menginginkan lelaki yang akhlaknya indah menawan.
Yang tilawahya tiada henti saat membaca firman – friman Nya.
Yang shalatnya khusyuk, adzan berkumandang, kaki selalu melangkah shalat berjamaah.
Yang hatinya lembut, pantang menyerah dalam menyeru kehalalan mencari rizki untuk keluarga.
Yang cinta akan Rasul-Nya melebihi cinta pada dirinya.
Yang air matanya selalu menetes di sepertiga malam doanya.

Pantaskah aku?
Bahkan membayangkannya saja aku sesak.
Sungguh betapapun aku mengharapkan sosok dirinya yang tak kenal lelah dalam beramal sholeh.
Aku sungguh sangat jauh.
Betapapun aku memantaskan diriku, apakah akan setara padanya?
Aku tak lebih dari seorang hamba yang lalai.
Terkadang aku masih kesulitan membangun pondasi keistiqomahan yang naik turun.
Iman yang belum stabil dan dosa yang masih menumpuk.
Namun..
Siapapun engkau, dimanapun engkau.
Semoga engkau juga diistiqomahkan oleh-Nya dalam keimananmu.
Dan tak perlu muluk – muluk untukku.
Kepantasan ini, semoga mampu memperbaiki yang dahulu.
Ketaatan ini, semoga mampu mengiyakan bayanganku akan dirimu oleh-Nya.
Dan dalam kekurangan pada diri ini, semoga dapat menyempurnakan agamamu suatu hari nantinya. – (PacarHalal)

Sungguh, Allah itu maha membolak - balikan hati..
Semoga Allah selalu menetapkan hati kami untuk terus berada dalam ketaatan kepadanya. Menjaga hati kami dalam penantian menuju ridho-Nya.. Aamiin..

YAA MUQALLIBAL QULUUB TSABBIT QALBI ALA TA’ATIK
“Wahai dzat yang membolak - balikkan hati, teguhkanlah hatiku diatas ketaatan kepadamu”

“Hanyalah untuk Allah kan kupersembahkan cinta yang tertinggi dan termurni yang tumbuh dalam nurani” – (Gradasi, Persembahan Cinta)

ROBBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHOIRUL WAARITSIN
“Ya Allah janganlah engkau tinggalkan aku seorang diri, dan engkau sebaik – baiknya dzat yang mewarisi”

Ah sudahlah.. saya hanya remaja usia 19 tahun yang tidak mengerti apa – apa soal cinta, kalo teman – teman saya bilang, saya hanya “anak kecil” yang belum saatnya mengerti itu semua. Lalu mereka apa? Biarlah.. saya hanya ingin menasehati dan mengingatkan diri saya untuk tidak memperbanyak dosa di masa muda. Mohon maaf atas segala khilaf, saya hanya menyampaikan apa yang saya rasakan.
Salam cinta dari yang merindukan cinta. Apriyaningsih

Syukron katsiiran..
Wassalamu’alaikum warahmatullah..
1 Response
  1. Unknown Says:

    nyentuh banget pri tapi kisah nya gw kaya tau apa prasaan gw aja ya


Posting Komentar