Unknown


 

Mereka..
Iya mereka yang dulu selalu menghadirkan canda dan tawa, membuat kerusuhan sesuka hati, membully tanpa ada yang tersakiti, saling menyayangi walau kadang menyakiti, kadang ada yang merasa tersakiti tapi tidak meninggalkan benci.

Tapi sekarang...

Mereka Pergi!!
Bukan pergi untuk selamanya, tapi pergi untuk cita-cita. Cita - cita yang dulu kita ceritakan bersama - sama.
satu persatu pergi dengan kesibukannya masing - masing. Aku dan mungkin kalian pun sadar perpisahan ini bukan untuk disesali..
Tapi kadang tidak rela rasanya.. 2 tahun terasa singkat, sangat singkat bahkan!!
Satu yang harus diingat, kita adalah keluarga, keluarga yang tetap harus menjalin ukhuwah, tidak saling melupakan dan tetap saling menyayangi.

Setiap cerita yang kita tanam akan menjadi kenangan indah..
dan setiap kesedihan yang tercipta pada waktu sekarang akan menjadi saksi atas jalinan ukhuwah yang selama ini kita simpul seerat - eratnya :")

Miss you guys..

XII D
Unknown
“Orang yang paling banyak ingat mati, paling baik dalam persiapan menyambut kematian. Merekalah orang – orang yang beruntung, dimana mereka pergi dengan membawa kemuliaan di Dunia dan Akhirat” (HR. Ibnu Majah).

. . . . . .

Akhirnya Allah kembali mengingatkan (saya) bahwa yang paling dekat dengan kita adalah KEMATIAN.
Karena kematian adalah kepastian..
Seperti yang dikatakan Allah “Kullu nafsin dzaiqotul maut” : Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.

. . . . . .

Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya.

Unknown

Sebagai seorang makhluk tugas kita memang bersyukur atas nikmat dan karunia yang udah ALLAH kasih ke kita.

Tapi sadar ngga sih kadang ngga semua yang kita hadapi dan kita punya ngga bisa kita terima, memang itu kekurangan manusia, termasuk saya..
kadang saya ngerasa hidup ini ngga adil, saya ngerasa sendiri, saya ngerasa saya ngga sempurna..
ya walaupun memang ngga ada manusia yang sempurna.
Kadang saya juga merasa berat banget ngejalanin hidup, entah karena apa..
sering ngerasa batin saya tertekan karena lingkungan, dan orang-orang yang ngga bisa mengerti saya.
Sering mengeluh karena hidup yang saya jalani kadang ngga sesuai kenyataan yang saya impikan.

Sampai saya merasa betapa tidak bersyukurnya saya dengan apa yang saya punya.
Sedikit menengok kebawah dan berpikir begitu banyak orang yang hidup dengan keterbatasan,
dan jauh dari kata layak.
Tapi mereka terlihat ikhlas dan bahagia ngejalanin nya dan bersyukur dengan cara mereka sendiri.

Saya jadi teringat ayat Al-Qur’an dalam surah Ar-Rahman yang artinya “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
Saya jadi merasa saya adalah orang yang kufur, tidak pernah bersyukur dan bahkan banyak nikmat yang udah Allah kasih tapi saya sia-sia kan.
Saya seperti tidak tau caranya berterimakasih kepada sang pencipta langit dan bumi beserta isinya ini.
Astaghfirullah..

Semoga mulai hari ini dan kedepannya  saya senantiasa menjadi makhluk yang bersyukur atas nikmat dan karunia yang Allah kasih apapun bentuknya. Aamiin..