Manusia
itu kadang cuma bisa nuntut hak tanpa mau melaksanakan kewajiban.
Mereka
hanya memikirkan dunia, menuntut untuk hidup bahagia, bergelimang harta, namun
melupakan untuk melaksanakan kewajibannya sebagai manusia kepada sang pencipta.
Mereka
lupa ada Allah yang senantiasa mendengar, Allah maha memberi selama hambanya
memohon dan meminta. Allah maha mencintai yang tiada pernah terbalas cintanya.
Dia hanya ingin kita bersujud dan taat pada perintahnya. Ya! Tiada yang berhak
disembah selain Allah. Kita hanya perlu menjalankan kewajiban kita sebagai
seorang muslim.
Sungguh!
Di dunia ini banyak kebahagiaan yang menipu daya. Banyak yang terlena akan
kenikmatan yang setan ciptakan. Mereka lupa dengan kehidupan yang akan kekal
didalamnya, mereka lupa dengan tujuan hidup yang sebenarnya.
Beruntunglah
orang – orang yang selalu istiqomah dalam kebaikan, yang lebih mengutamakan
akhirat daripada dunia yang sesaat, yang selalu ada dalam ridho Allah, yang
selalu diteguhkan hatinya dalam keimanan, dan kecintaan terhadap agama nya,
Masya Allah..
Dan
merugilah mereka yang hatinya selalu tertutup dengan kenikmatan dunia, yang
lebih mengutamakan kehidupan sesaat daripada yang kekal, yang langkahnya selalu
diiringi dosa, yang hatinya selalu dikendalikan nafsu setan, dan kecintaan
terhadap makhluk-Nya melebihi kecintaan terhadap rabb nya, Naudzubillah..
Allah
maha pengampun atas segala dosa selama hambanya bertaubat denga sungguh –
sungguh, tidak perduli seberapa banyak kesalahan dan dosa yang dilakukan.
Manusia
bebas memilih jalan hidupnya, namun sebaik – baiknya jalan adalah jalan yang di
ridhoi oleh Allah.
Pilihannya
hanya 2, tetap berada dalam lingkaran dosa atau “hijrah” menuju taat karena hidayah itu dijemput bukan ditunggu!.
Semoga
saya dan kalian tetap diistiqomahkan dalam ketaatan, menjadi golongan orang –
orang yang beruntung, yang seimbang urusan dunia dan akhiratnya, tidak peduli
seberapa hinanya masa lalu, karena yang terpenting adalah masa depan untuk
menebus kesalahan masa lalu, juga menjadi calon – calon penghuni surga dan
mendapat kebahagiaan yang hakiki.
“Yaa
muqollibal quluub tsabbit qalbi ala ta’atik”
“Yaa
muqollibal quluub tsabbit qalbi ala diniik”

Posting Komentar